Cakrawala8.Com, Jakarta
Kepemimpinan sejati tidak diukur dari jabatan yang melekat, tetapi dari kualitas keteladanan, komitmen, serta kontribusi nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat.
Beberapa hari lalu saya berkesempatan menyampaikan orasi ilmiah pada Dies Natalis FIK UI ke-40. Suatu kehormatan dapat berdiskusi dan bertukar gagasan dengan para akademisi, peneliti, dan mahasiswa di Auditorium Ojo Radiat, Gedung Pendidikan dan Laboratorium FIK UI. Di lingkungan akademik seperti inilah ilmu, metodologi, dan inovasi bertemu untuk melahirkan solusi yang lebih sistematis dan berkelanjutan.
Momen tersebut meneguhkan kembali keyakinan saya bahwa pembangunan desa dan percepatan daerah tertinggal membutuhkan pendekatan berbasis data, riset lapangan, dan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, akademisi, dan masyarakat harus bergerak bersama—membangun model pembangunan yang inklusif, memperkuat kapasitas lokal, serta memastikan setiap kebijakan memberikan dampak konkret bagi kesejahteraan warga di seluruh pelosok negeri.
Selamat Dies Natalis ke-40 FIK UI.
Semoga FIK UI terus menjadi pusat unggulan ilmu kesehatan, penelitian terapan, dan pengembangan sumber daya manusia yang berintegritas serta berorientasi pada kemajuan bangsa. (Red)