Sejarah Singkat Desa Gambirmanis: Penggabungan Dua Desa Menjadi Satu
Sejarah Singkat Desa Gambirmanis: Penggabungan Dua Desa Menjadi Satu
Wonogiri, Pracimantoro, Cakrawala8.com — Desa Gambirmanis, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, memiliki sejarah yang cukup unik. Nama Gambirmanis lahir dari penggabungan dua desa lama, yakni Desa Gondang Manis dan Desa Pendem Sari.
Menurut keterangan Sukar Hadisuwito, mantan Kepala Desa Gambirmanis ke-6, berdasarkan sejarah yang ia ketahui, proses terbentuknya Desa Gambirmanis ditandai pada 19 September. Saat itu, dua wilayah pemerintahan desa lama kemudian disatukan menjadi satu desa.
Sebelum penggabungan, Desa Gondang Manis dipimpin oleh Citro Taruno, sedangkan Desa Pendem Sari dipimpin oleh kepala desa yang dikenal dengan nama Dagluk.
Sukar menjelaskan, penamaan Gambirmanis juga memiliki cerita tersendiri. Nama tersebut diambil dari dua wilayah yang menjadi bagian penting dari desa.
Kata “Gambir” diambil dari Dusun Gambir Anom, sementara kata “Manis” diambil dari Dusun Gondang Manis. Dari perpaduan kedua nama tersebut kemudian lahirlah nama Desa Gambirmanis.
“Nama Gambirmanis bukan sekadar sebuah nama. Di dalamnya terdapat sejarah penyatuan dua wilayah yang kemudian menjadi satu pemerintahan desa,” ujar Sukar Hadisuwito.
Ia mengatakan, sejarah tersebut penting untuk diketahui oleh generasi muda agar masyarakat tidak melupakan asal-usul desanya.
“Kita sebagai generasi yang pernah mengalami dan mengetahui sejarah ini mempunyai kewajiban untuk menyampaikan kepada generasi berikutnya. Jangan sampai sejarah desa hilang karena tidak pernah diceritakan,” katanya.
Menurut Sukar, penggabungan dua desa tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan pemerintahan Desa Gambirmanis hingga berkembang seperti sekarang.
“Dulu wilayahnya merupakan dua desa, Gondang Manis dan Pendem Sari. Setelah menjadi satu, masyarakat kemudian hidup dalam satu pemerintahan dengan nama Gambirmanis,” jelasnya.
Memiliki 13 Dusun
Saat ini Desa Gambirmanis terdiri dari 13 dusun, yaitu:
- Gondangmanis
- Nujo
- Nongko Suwit
- Kerjo
- Galo
- Karang
- Gambir Anom
- Pendem
- Pakel
- Mahbang
- Tileng
- Bakalan
- Suruhan
Sukar menambahkan, keberadaan 13 dusun tersebut menunjukkan bahwa Gambirmanis merupakan salah satu desa dengan wilayah dan masyarakat yang cukup besar di Kecamatan Pracimantoro.
“Dengan 13 dusun, Gambirmanis memiliki wilayah yang cukup luas dan masyarakat yang beragam. Namun semuanya tetap berada dalam satu identitas sebagai warga Desa Gambirmanis,” tuturnya.
Ia berharap generasi sekarang dapat menjaga persatuan dan kebersamaan yang telah terbentuk sejak penyatuan kedua desa tersebut.
“Yang paling penting bukan hanya mengingat nama atau tanggal sejarahnya, tetapi bagaimana kita menjaga persatuan yang sudah diwariskan para pendahulu,” ungkap Sukar.
Sembilan Kepala Desa
Dalam perjalanan pemerintahan Desa Gambirmanis hingga saat ini, tercatat sudah sembilan kepala desa yang pernah memimpin, yaitu:
- Ronggo Karso Rejo
- Hartono
- Mangun Kartoyo
- Pawirorejo
- Wage Budianto
- Sukar Hadisuwito
- Subarjo
- Sunardi
- Pardiono
Sukar Hadisuwito sendiri tercatat sebagai kepala desa ke-6 yang pernah memimpin Gambirmanis.
Menurutnya, setiap kepala desa memiliki peran masing-masing dalam membangun dan mengembangkan desa.
“Setiap pemimpin mempunyai zamannya masing-masing. Apa yang sudah dilakukan para kepala desa terdahulu menjadi bagian dari perjalanan Gambirmanis sampai sekarang,” ujarnya.
Ia juga berharap sejarah Desa Gambirmanis dapat terus didokumentasikan sehingga menjadi pengetahuan bagi masyarakat dan generasi mendatang.
“Saya berharap sejarah Gambirmanis ini tidak hanya menjadi cerita dari mulut ke mulut, tetapi bisa dicatat dan disimpan sebagai bagian dari sejarah desa,” pungkasnya.
Hingga kini, nama Gambirmanis menjadi identitas yang mempersatukan dua wilayah lama menjadi satu desa. Dengan 13 dusun dan perjalanan pemerintahan yang panjang, Gambirmanis terus berkembang mengikuti perubahan zaman dengan tetap membawa sejarah para pendahulunya.
Pewarta: Katman


Komentar
Posting Komentar