Rembuk Stunting Desa Songbledeg Sepakati 5 Program Prioritas, Kades: Data Valid dan Gotong Royong Jadi Kunci
Rembuk Stunting Desa Songbledeg Sepakati 5 Program Prioritas, Kades: Data Valid dan Gotong Royong Jadi Kunci
Wonogiri, Cakrawala8.com — Pemerintah Desa Songbledeg, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, menggelar kegiatan Rembuk Stunting pada Rabu, 9 September 2026. Kegiatan tersebut digelar untuk menyepakati program prioritas pencegahan dan penanganan stunting di tingkat desa.
Rembuk stunting dihadiri Kepala Desa Songbledeg Slamet Widodo, Serda Setyo Hadi, perwakilan Kecamatan Paranggupito, Bidan Desa, Puskesmas Paranggupito, kader Posyandu, PKK, BPD, LPMD, tokoh masyarakat, serta orang tua balita.
Dalam sambutannya, Kades Slamet Widodo menegaskan bahwa penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh pemerintah desa secara sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
«“Stunting ini masalah kita bersama. Data di desa kita harus kita bedah satu-satu. Anak yang masih masuk kategori stunting wajib kita dampingi sampai tuntas. Mulai dari pemenuhan gizi, sanitasi, sampai pola asuh,” kata Slamet Widodo.»
Ia menambahkan, Dana Desa tahun 2026 akan diarahkan untuk mendukung program yang menyentuh langsung upaya pencegahan stunting. Program tersebut antara lain pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis (KEK), pelatihan kader, serta peningkatan akses air bersih dan jamban sehat.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Paranggupito yang hadir dalam kegiatan tersebut memaparkan data prevalensi stunting di Desa Songbledeg. Berdasarkan hasil penimbangan dan pengukuran pada Agustus 2026, tidak ditemukan balita yang masuk kategori pendek maupun sangat pendek.
Meski demikian, upaya pencegahan tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kondisi tersebut dapat dipertahankan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak.
Usai pemaparan data, forum dilanjutkan dengan diskusi kelompok. Dari hasil pembahasan tersebut disepakati lima program prioritas Desa Songbledeg dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting, yakni:
1. Rutinasi PMT Lokal, untuk 100 persen balita stunting, balita gizi kurang, serta ibu hamil KEK.
2. Gerakan 1 Rumah 1 Jamban Sehat, bekerja sama dengan BAZNAS dan CSR.
3. Kelas Bunda Cerdas, sebagai sarana edukasi pola asuh dan gizi seimbang yang dilaksanakan setiap bulan.
4. Optimalisasi Posyandu, melalui penambahan jadwal kegiatan dan penguatan peran kader.
5. Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di tingkat RT.
Ketua BPD Desa Songbledeg menyatakan dukungan terhadap hasil rembuk stunting tersebut. Menurutnya, BPD akan ikut mengawal agar program yang telah disepakati dapat masuk dalam APBDes dan direalisasikan sesuai sasaran.
«“BPD akan mengawal agar program ini masuk dalam APBDes dan benar-benar dilaksanakan,” ujarnya.»
Menutup kegiatan, Kades Slamet Widodo kembali mengajak seluruh pihak untuk bergerak bersama dalam menjaga kesehatan anak-anak di Desa Songbledeg.
«“Target kita jelas. Tahun depan angka stunting di Songbledeg harus turun. Kuncinya satu: data valid, program tepat sasaran, dan gotong royong,” pungkasnya.»
Kegiatan Rembuk Stunting Desa Songbledeg kemudian ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Rembuk Stunting oleh Kepala Desa, BPD, Puskesmas, dan perwakilan masyarakat.
Pewarta: Katman


Komentar
Posting Komentar