Program P3-TGAI di Jatipurno Kebut Kejar Target, Luas Tanam Diharapkan Bertambah
Wonogiri, Cakrawala8.com — Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) merupakan program padat karya tunai yang bertujuan memperbaiki, merehabilitasi, dan meningkatkan fungsionalitas jaringan irigasi dengan melibatkan peran serta masyarakat petani. Program ini mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Di Desa Jatipurwo, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, petani masih menghadapi keterbatasan akses air irigasi. Terutama saat musim kemarau dan kondisi jaringan irigasi yang kurang efisien. Kondisi ini berdampak pada penurunan produktivitas pertanian.
Melalui program P3-TGAI, pemerintah berupaya melibatkan masyarakat petani secara langsung sebagai penerima manfaat sekaligus pelaksana dalam pengelolaan dan pemeliharaan jaringan irigasi.
*Targetkan Luas Tanam Meningkat*
Kepala Desa Jatipurwo, Sukiyo, S.H., menyampaikan bahwa tujuan P3-TGAI adalah meningkatkan produksi pertanian, menstabilkan harga pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat kemandirian pangan.
Salah satu penerima manfaat adalah Kelompok Tani (Poktan) Maju Sempurna di Dusun Garon, Desa Jatipurwo.
Ketua Poktan Maju Sempurna sekaligus Tim Pengelola Kegiatan (TPK), Kadiyo, menjelaskan dengan adanya program ini akan ada penambahan jaringan irigasi tersier.
"Semula luas tanam kurang dari 10 hektar, kami targetkan meningkat menjadi 15-20 hektar. Dengan peningkatan ini petani bisa panen padi hingga tiga kali setahun, termasuk pada musim kemarau. Ini tentu akan meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan masyarakat," ujar Kadiyo.
*Dilaksanakan Secara Swakelola*
Kadiyo menambahkan, P3-TGAI dilaksanakan secara swakelola dengan pendekatan padat karya. Selain meningkatkan produktivitas pertanian, program ini juga memberi dampak positif berupa tambahan pendapatan bagi masyarakat setempat.
"P3-TGAI dilaksanakan untuk mendukung kedaulatan pangan, khususnya bagi warga Desa Jatipurwo, Kecamatan Jatipurno. Ini wujud kemandirian ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat petani dalam perbaikan dan rehabilitasi jaringan irigasi secara partisipatif di wilayah pedesaan," kata Sukiyo.
Ke depan, warga berharap program serupa dapat kembali direalisasikan. Sebab mayoritas warga Desa Jatipurwo masih menggantungkan hidup pada sektor pertanian padi, palawija, dan hortikultura.
"Sebelumnya hanya 10 dari 15 hektar yang bisa panen 3 kali. Dengan P3-TGAI, kami berharap seluruh 15 hektar lahan pertanian warga bisa panen 3 kali, baik di musim hujan maupun musim kemarau. Hasil panen pun diharapkan meningkat signifikan dibanding sebelumnya," imbuh Sukiyo.
Pewarta=Katman


Komentar
Posting Komentar