Penghina Pihak Manajer Absolute Fit Kepada Awak Media
CENGKARENG, cakrawala8.com
Ketegangan terjadi di Ruko Hawaii Blok A, Cengkareng Jakarta Barat rabu 9 September 2026, setelah seorang manajer dari kebugaran Absolute Fit diduga melakukan penghinaan terhadap profesi jurnalis. Oknum manajer tersebut melontarkan tuduhan bahwa wartawan sengaja dibayar untuk memojokkan pihak gym terkait kasus dugaan manipulasi pencairan dana paylater Indodana milik salah satu korban.
Peristiwa ini bermula ketika sejumlah awak media mendatangi lokasi untuk melakukan konfirmasi terkait keluhan seorang konsumen. Korban mengaku terkejut karena limit akun Indodana miliknya jebol dan dicairkan demi membayar paket keanggotaan (membership) jangka panjang di Absolute Fit, tanpa adanya transparansi dan persetujuan yang jelas di awal.
Bukannya memberikan penjelasan yang valid atas keluhan konsumen tersebut, manajer operasional Absolute Fit yang sedang bertugas justru menyikapi kedatangan jurnalis dengan nada tinggi. Ia menolak diwawancarai dan secara frontal menuduh bahwa para wartawan yang datang telah menerima suap atau dibayar untuk melakukan klarifikasi dan membesar-besarkan masalah korban.
"Kalian ke sini pasti ada yang bayar kan buat jatuhin tempat kami? Nggak usah sok mencari klarifikasi," ujar manajer tersebut dengan nada emosional di hadapan awak media dan saksi mata di lokasi kejadian.
Sikap arogansi oknum manajer ini langsung memicu kecaman keras dari seorang Pimpinan Redaksi Pers. Tindakan menghalang-halangi tugas jurnalistik serta melontarkan tuduhan tanpa bukti jelas melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Jurnalis yang hadir menegaskan bahwa kedatangan mereka murni untuk memenuhi hak jawab (cover both sides) agar pemberitaan mengenai keluhan konsumen Indodana tersebut berimbang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen pusat dari Absolute Fit belum memberikan pernyataan resmi terkait tindakan kasar oknum manajernya di cabang Ruko Hawaii Cengkareng, maupun kejelasan mengenai penyelesaian sengketa dana penagihan Indodana yang dikeluhkan oleh korban.
Red
Pimpinan Redaksi



Komentar
Posting Komentar