*WONOGIRI, JATENG* – Cakkrawala8.com. Minggu 31 mei 2026 Keluarga almarhum Herwanto, 26, warga Dusun Nongko Suwit RT 01/RW 10, Kalurahan Gambirmanis, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, mendesak aparat penegak hukum segera mengungkap motif di balik kematian korban yang dinilai tidak wajar.
Herwanto ditemukan meninggal di kamar kosnya yang di tempati bersama istri, Rani Kurniawati, di wilayah Panularan, Kota Solo, pada Selasa, 17 Februari 2026 malam. Hingga Kamis, 14 Mei 2026, keluarga mengaku belum mendapat kejelasan dari kepolisian terkait penyebab pasti kematian.
Ayah korban Sularmo, 49, dan kakek korban Sarto, 71, menyampaikan kronologi saat ditemui wartawan di rumah duka, minggu 31/5/2026.
Menurut keterangan Ketua RT dan tetangga kos yang diteruskan ke keluarga, sekitar pukul 17.00 WIB Herwanto pulang kerja sebagai sopir di Solo seperti biasa. Sekitar pukul 20.30 WIB warga mendengar teriakan dari dalam kamar kos.
“Warga datang setelah dengar teriakan istrinya. Pintu dibuka, Herwanto sudah tidak bernyawa. Tangan dan kaki terikat kuat, leher terlilit kerudung dan tali senar. Kondisinya sangat memprihatinkan,” ujar Sarto.
Kak korban Suparsi alias Mindut, 36, menambahkan, jenazah ditemukan miring tertutup selimut, tanpa baju, wajah lebam, dan gigi depan atas hampir lepas. Keluarga makin curiga karena korban tidak punya riwayat penyakit.
Sarto menyebut ada informasi agar warga tidak melapor ke polisi. “Katanya kalau dilaporkan ke polisi justru merepotkan semua pihak. Bahkan ada pihak keluarga dari istri korban yang disebut siap bertanggung jawab,” katanya.
Jenazah Herwanto dibawa pulang ke Pracimantoro dan tiba sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Keluarga juga mengaku sempat dilarang datang ke TKP di Solo. Dua minggu setelah pemakaman, keluarga menerima foto kondisi jenazah yang memperkuat dugaan kematian tidak wajar.
Polresta Lakukan Pembongkaran Makam
Untuk mengungkap penyebab pasti kematian, pihak berwajib Polresta Surakarta mengadakan pembongkaran makam Herwanto pada Senin, 26 Mei 2026. Proses ekshumasi dilakukan bersama tim forensik. Sularmo dan kakek Sarto hadir mendampingi dan kini menunggu hasil resmi dari penegak hukum.
Ibu korban Karsiyem bersama Sularmo dan Sarto telah melayangkan surat permohonan bantuan hukum ke Kapolri, Kapolda Jawa Tengah, dan instansi terkait. Mereka meminta kasus ini diusut transparan dan motifnya segera diungkap.
“Kami hanya ingin keadilan dan kebenaran atas kematian anak kami. Tolong penegak hukum cepat menindaklanjuti, jangan sampai kasus ini berhenti tanpa kepastian,” tegas Sularmo.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polresta Solo terkait hasil penyelidikan dan autopsi ulang. Keluarga berharap kasus ini tidak berhenti sebagai kematian biasa.
Pewarta=( Katman)
