Pemandangan tak biasa terlihat di kawasan Kosambi Dadap, Kabupaten Tangerang. Sebuah spanduk bernada satir terpampang di pinggir jalan sebagai bentuk protes atas kondisi infrastruktur yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki.
Berdasarkan pantauan awak media Cakrawala Delapan saat melintas di lokasi pada Selasa (21/04), spanduk tersebut menarik perhatian pengguna jalan karena kalimatnya yang cukup menohok.
"Mohon maaf jalan rusak dan mohon dimaklumi, Pemerintah Buta dan Tuli," tulis pesan dalam spanduk tersebut.
Kondisi Jalan yang Memprihatinkan
Jalur yang menghubungkan wilayah Kosambi dan Dadap ini memang terpantau mengalami kerusakan signifikan. Lubang-lubang besar yang menganga di badan jalan seringkali tergenang air saat hujan turun, yang membahayakan para pengendara, terutama roda dua.
Menurut keterangan warga sekitar, pemasangan spanduk tersebut merupakan puncak kekesalan masyarakat karena keluhan yang disampaikan selama ini seolah tidak didengar oleh pihak berwenang.
Suara Masyarakat
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa kerusakan ini sudah berlangsung cukup lama namun hanya mendapat perbaikan "tambal sulam" yang tidak bertahan lama.
Bahaya Kecelakaan: Banyak pengendara terperosok, terutama saat malam hari karena minimnya penerangan.
Dampak Ekonomi: Arus logistik terhambat dan debu yang beterbangan saat cuaca panas mengganggu kesehatan warga.
Harapan Warga: Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk segera turun tangan melakukan betonisasi atau perbaikan permanen.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari dinas terkait mengenai rencana perbaikan jalan di titik tersebut. Spanduk protes itu pun masih terpasang dan menjadi pengingat bagi setiap pejabat yang melintas bahwa ada hak masyarakat atas infrastruktur yang layak yang belum terpenuhi.
Laporan: Tim Redaksi Cakrawala Delapan

