Cakrawala8.com, Pacitan – Memasuki musim panen padi, Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan mengimbau masyarakat, khususnya para petani, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit leptospirosis yang berpotensi meningkat pada periode ini.
Kepala Dinas Kesehatan Pacitan dr. Daru Mustikoaji saat dihubungi lewat jejaring sosial menyampaikan bahwa leptospirosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Leptospira, yang umumnya ditularkan melalui air atau tanah yang terkontaminasi urine hewan, terutama tikus. Risiko penularan meningkat saat aktivitas di sawah intensif, terutama ketika petani berkontak langsung dengan air atau lumpur tanpa perlindungan.“Musim panen identik dengan aktivitas di lahan basah. Ini menjadi faktor risiko utama penularan leptospirosis, sehingga masyarakat perlu lebih waspada,” ujarnya(Selasa 07/04/2026).
Gejala awal leptospirosis antara lain demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, hingga mata kemerahan. Dalam kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi lebih serius dan berpotensi mengancam jiwa jika tidak segera ditangani.
Untuk mencegah penularan, Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat agar:
1. Menggunakan alat pelindung diri seperti sepatu boot dan sarung tangan saat bekerja di sawah.
2. Menutup luka terbuka agar tidak terpapar air yang terkontaminasi.
3. Menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan populasi tikus.
4. Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala yang mengarah pada leptospirosis.
Selain itu, Dinkes Pacitan juga terus melakukan sosialisasi dan pemantauan di wilayah rawan guna menekan potensi penyebaran penyakit tersebut.
“Peran aktif masyarakat sangat penting dalam mencegah leptospirosis. Dengan kewaspadaan bersama, kita harapkan kasus dapat diminimalisir,” tambahnya.
Dinas Kesehatan berharap, dengan langkah pencegahan yang tepat, masyarakat dapat menjalani musim panen dengan aman dan terhindar dari ancaman penyakit.
