Media Cakrawala Delapan Menunggu Etika Baik Manajemen RS Primaya Persoalan Dokter Spesialis Bedah Onkologi yang Menantang Dilaporkan ke Presiden
personCakrawala8
April 11, 2026
0
share
Media Cakrawala Delapan Menunggu Etika Baik Manajemen RS Primaya Persoalan Dokter Spesialis Bedah Onkologi yang Menantang Dilaporkan ke Presiden
JAKARTA,12 April 2026
Redaksi Media Cakrawala Delapan secara resmi menyatakan sikap menunggu itikad baik dan klarifikasi dari manajemen Rumah Sakit (RS) Primaya terkait insiden tidak menyenangkan yang melibatkan salah satu dokter spesialis bedah onkologi mereka. Persoalan ini mencuat setelah oknum dokter tersebut mengeluarkan pernyataan bernada tantangan saat hendak dilaporkan ke pihak berwenang, bahkan hingga ke tingkat Presiden.
Kronologi Singkat Kejadian
Insiden ini bermula dari upaya konfirmasi dan koordinasi yang dilakukan oleh tim media terkait layanan dan penanganan medis di rumah sakit tersebut. Namun, alih-alih mendapatkan penjelasan profesional, oknum dokter spesialis bedah onkologi yang bersangkutan justru memberikan respons yang dinilai arogan.
Menurut informasi yang dihimpun, oknum dokter tersebut menyatakan tidak gentar jika sikapnya dilaporkan ke instansi manapun, termasuk kepada Presiden Republik Indonesia. Sikap ini dinilai sangat kontradiktif dengan kode etik kedokteran dan standar pelayanan prima yang seharusnya dijunjung tinggi oleh RS Primaya sebagai institusi kesehatan ternama.
Sorotan Etika Profesi
Pihak Media Cakrawala Delapan menyayangkan sikap defensif dan konfrontatif yang ditunjukkan. Sebagai tenaga medis spesialis, perilaku tersebut dianggap tidak mencerminkan nilai kemanusiaan dan profesionalisme.
"Kami sangat menyayangkan adanya bahasa tantangan dari seorang klinisi. Dunia medis adalah dunia pelayanan, di mana etika komunikasi menjadi pilar utama. Mengatakan 'silakan lapor Presiden' bukan hanya bentuk kesombongan personal, tapi juga mencederai reputasi institusi RS Primaya tempatnya bernaung," ungkap perwakilan redaksi.
Menunggu Tanggapan Manajemen RS Primaya
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RS Primaya belum memberikan pernyataan resmi atau ruang mediasi untuk menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi. Media Cakrawala Delapan menegaskan beberapa poin utama:
Tuntutan Klarifikasi: Manajemen diharapkan memberikan penjelasan mengenai prosedur komunikasi staf medis terhadap pihak luar/media.
Permohonan Maaf: Menunggu adanya pengakuan kekhilafan dari oknum dokter yang bersangkutan atas pernyataan yang provokatif.
Evaluasi Internal: Meminta pihak rumah sakit melakukan evaluasi terhadap perilaku oknum dokter tersebut agar kejadian serupa tidak terulang kepada pasien maupun pihak lain.
Langkah Selanjutnya
Media Cakrawala Delapan tetap berkomitmen menjalankan fungsi kontrol sosial secara objektif. Jika dalam waktu dekat tidak ada itikad baik atau tanggapan dari manajemen RS Primaya, pihak media akan menindaklanjuti persoalan ini ke instansi terkait, termasuk Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) guna meninjau kembali etika profesi yang bersangkutan.
Pihak rumah sakit diharapkan segera membuka pintu dialog guna menjaga hubungan baik dengan insan pers dan masyarakat luas.
Editor: Tim Redaksi Cakrawala Delapan Lokasi: Jakarta