Dapur SPPG Ngadirojo Siap Kembali Beroperasi Usai Penuhi 15 Catatan BGN Pasca Dugaan Keracunan Massal
Wonogiri – Cakrawala8.com Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ngadirojo yang dikelola Yayasan Paku Bumi Restu Semesta menjalani pengecekan lintas sektor secara mendalam pada Kamis (19/2/2026) pagi. Kegiatan inspeksi berlangsung selama sekitar satu setengah jam, tepatnya pukul 09.00–10.30 WIB, langsung di fasilitas dapur SPPG setempat di Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.
Pengecekan ini merupakan respons lanjutan atas penghentian sementara operasional SPPG sejak 19 Januari 2026 oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Penghentian tersebut dipicu dugaan Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan makanan yang melanda ratusan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada pertengahan Januari lalu.
Hadir dalam pengecekan tersebut sejumlah pejabat terkait, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri Mubarok, S.K.M., M.M., Kabag Ren Polres Wonogiri AKP Subroto, S.H., M.H., Kasat Intelkam IPTU Sutarto, S.H., Korwil SPPI Wonogiri Pandri Prabowo, serta perwakilan Forkopimcam Ngadirojo, pengelola yayasan, dan tim teknis SPPG.
Pandri Prabowo, Korwil SPPI Wonogiri, menyatakan bahwa pihaknya telah menyelesaikan seluruh persyaratan yang diminta BGN. “Kami telah melengkapi 15 poin catatan perbaikan yang ditetapkan. Saat ini tinggal menanti surat izin operasional resmi dari BGN agar pelayanan bisa segera dilanjutkan,” katanya.
Ia menambahkan, bila izin diterbitkan, skema distribusi manfaat akan dievaluasi ulang. Jumlah penerima manfaat yang semula mencapai sekitar 3.900 orang berpotensi disesuaikan agar lebih terkendali. Rencana ke depan mencakup pembukaan satu unit SPPG tambahan di wilayah Ngadirojo, sehingga beban produksi terbagi dan cakupan layanan menjadi lebih merata serta aman.
Dari sisi kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri Mubarok menjelaskan hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dan air menunjukkan adanya kontaminasi bakteri E. coli dan Salmonella. Temuan ini telah dilaporkan kepada Bupati Wonogiri serta BGN sebagai dasar evaluasi menyeluruh. “Kami terus melakukan penelusuran sumber kontaminasi agar kejadian serupa tidak terulang. Setiap laporan terkait MBG selalu kami tangani secara cepat melalui investigasi epidemiologi, bukan untuk menyalahkan, melainkan demi pencegahan,” tegasnya.
AKP Subroto dari Polres Wonogiri menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) di seluruh rantai produksi, mulai dari pengolahan bahan baku seperti ayam dan daging sapi hingga penyimpanan. “Kapasitas produksi harus selaras dengan kemampuan pengelolaan. Beban berlebih berisiko memicu kelalaian yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Usai sesi diskusi, rombongan melakukan inspeksi lapangan langsung ke area dapur. Pemeriksaan mencakup kondisi sarana prasarana, tingkat kebersihan, kualitas air bersih, serta sistem penyimpanan bahan pangan untuk memastikan semuanya memenuhi standar higienis dan keamanan pangan.
Kasubag Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, yang mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, menegaskan komitmen institusi kepolisian dalam mengawal proses ini. “Kami mendukung penuh koordinasi lintas instansi untuk menjamin keamanan pangan dan menjaga kondusivitas kamtibmas. Keselamatan serta kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas tertinggi,” katanya.
Sepanjang kegiatan, situasi berjalan aman dan terkendali. Hingga kini, operasional SPPG Ngadirojo masih ditangguhkan menunggu persetujuan resmi dari BGN. Langkah ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan publik terhadap program MBG di wilayah tersebut.
(Katman //Nndng)