Siswi MAN Pacitan Dilaporkan Tertimpa Besi Tangga, Keluarga Pertanyakan Penanganan dan Keselamatan Sekolah

Siswi MAN Pacitan Dilaporkan Tertimpa Besi Tangga, Keluarga Pertanyakan Penanganan dan Keselamatan Sekolah

Cakrawala8.com, PACITAN – Insiden kecelakaan di lingkungan pendidikan kembali menjadi perhatian. Seorang siswi kelas X Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pacitan berinisial M dilaporkan tertimpa besi tangga di lingkungan sekolah pada Jumat (30/10/2026). Akibat kejadian tersebut, korban mengeluhkan pusing setelah bagian kepalanya terkena benturan.

Peristiwa ini mendapat sorotan dari pihak keluarga. Mereka mempertanyakan penanganan pascakejadian sekaligus meminta pihak madrasah memberikan penjelasan terkait insiden yang dialami korban.

Paman korban, Ki Slamet, mengatakan informasi mengenai kejadian tersebut diperolehnya dari cerita sang keponakan.

"Menurut keterangan keponakan saya, pada hari Jumat, 30 Oktober 2026, dia tertimpa besi tangga," ungkap Slamet saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Menurut Slamet, setelah mengalami benturan, M mulai merasakan pusing ketika menuruni tangga. Namun, saat itu korban tidak menyampaikan keluhannya kepada guru di sekolah.

Kondisi tersebut ternyata masih dirasakan setelah korban tiba di rumah. Pihak keluarga kemudian membawa M ke sebuah klinik di Desa Poko untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

"Ketika turun tangga, keponakan saya merasa pusing, tetapi tidak bilang kepada bapak atau ibu guru. Setelah sampai di rumah, rasa pusingnya masih terasa sehingga akhirnya dibawa ke klinik yang berada di Desa Poko," jelasnya.

Slamet menuturkan, pihak klinik tidak berani melakukan penanganan lebih lanjut karena benturan mengenai bagian kepala, meskipun tidak ditemukan luka terbuka. Keluarga kemudian disarankan membawa korban ke RSUD Pacitan.

Setibanya di rumah sakit, menurut keterangan keluarga, M mendapatkan obat untuk menjalani rawat jalan. Keluarga juga sempat berencana melakukan pemeriksaan pemindaian (scan), tetapi rencana tersebut tidak dilanjutkan karena terkendala kepesertaan BPJS Kesehatan.

Hingga Rabu (4/11/2026), M disebut belum kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Kondisi tersebut membuat keluarga berharap pihak MAN Pacitan memberikan perhatian serius terhadap insiden yang dialami korban, termasuk memastikan keamanan fasilitas pendidikan di lingkungan madrasah.

Slamet menilai keselamatan peserta didik selama berada di lingkungan sekolah merupakan hal penting yang harus menjadi perhatian pihak penyelenggara pendidikan.

Ia meminta kejadian tersebut tidak dianggap sebagai persoalan biasa, mengingat insiden yang dilaporkan melibatkan fasilitas tangga di lingkungan madrasah.

"Ini merupakan tanggung jawab sekolah. Kami menilai perlu ada perhatian serius dari pihak sekolah terkait kejadian yang menimpa keponakan saya," tegasnya.

Pihak MAN Pacitan Belum Memberikan Keterangan

Sementara itu, upaya awak media untuk memperoleh klarifikasi dari pihak MAN Pacitan pada Rabu (4/11/2026) belum membuahkan hasil.

Saat mendatangi sekolah sekitar pukul 09.00 WIB, awak media mendapatkan informasi dari penjaga sekolah bahwa kepala madrasah, wakil kepala madrasah, dan bagian hubungan masyarakat (Humas) sedang mengikuti rapat.

Awak media kemudian diminta kembali setelah agenda rapat selesai pada siang hari.

Namun, ketika kembali mendatangi sekolah sekitar pukul 12.00 WIB, pihak yang hendak dikonfirmasi disebut sudah tidak berada di tempat.

Penjaga sekolah bernama Zainuri menyampaikan bahwa kepala madrasah, wakil kepala madrasah, dan Humas telah pulang untuk beristirahat.

"Kepala sekolah, Wakasek dan Humas istirahat pulang," ujar Zainuri.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari MAN Pacitan mengenai kronologi kejadian, kondisi besi tangga yang dilaporkan menimpa korban, maupun langkah penanganan yang telah dilakukan pihak madrasah.

Klarifikasi dari pihak madrasah masih diperlukan agar persoalan ini dapat diketahui secara utuh dan berimbang, sekaligus memberikan kejelasan kepada keluarga korban serta memastikan aspek keselamatan peserta didik di lingkungan sekolah menjadi perhatian bersama.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama