Jalan Candi–Srau Diperbaiki, Nelayan Watukarung Berharap Wisata dan Ekonomi Pesisir Makin Berkembang

Jalan Candi–Srau Diperbaiki, Nelayan Watukarung Berharap Wisata dan Ekonomi Pesisir Makin Berkembang

PACITAN, Cakrawala8.com – Pemeliharaan berkala Jalan Candi–Srau di Kabupaten Pacitan diharapkan mampu memperlancar akses menuju kawasan wisata pesisir sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Perbaikan infrastruktur tersebut menjadi salah satu upaya mendukung konektivitas antardestinasi wisata, termasuk Pantai Srau, Pantai Watukarung, Pantai Kasap, dan kawasan Kali Cokel, Senin (12/10/2026).

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan pemeliharaan berkala Jalan Candi–Srau dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pacitan. Proyek tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp3.975.770.344, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2026, dengan waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender.

Perbaikan jalan ini diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dalam menunjang mobilitas sehari-hari maupun mempermudah wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam pesisir Pacitan.

Selain menjadi akses menuju Pantai Srau, jalur tersebut juga berpotensi mendukung kunjungan wisatawan ke Pantai Watukarung dan Pantai Kasap. Tak kalah menarik, kawasan Kali Cokel menawarkan pengalaman wisata susur sungai menggunakan perahu yang menjadi salah satu daya tarik wisata alam di wilayah tersebut.

Sero, nelayan Watukarung, menyambut baik perbaikan akses jalan yang dinilai dapat membuka peluang lebih besar bagi perkembangan pariwisata dan perekonomian masyarakat pesisir.

Saat ditemui media di kawasan Pantai Watukarung, Sero mengatakan bahwa akses jalan yang semakin baik akan memudahkan wisatawan menjangkau sejumlah destinasi wisata yang berdekatan.

“Dengan dibangunnya jalur ini, wisatawan akan lebih mudah untuk mampir ke Pantai Watukarung atau sekadar menikmati wisata berperahu di Kali Cokel. Saya yakin perekonomian masyarakat tidak hanya bergantung pada keindahan Pantai Srau, tetapi wisatawan juga bisa menikmati keindahan Kali Cokel dan Pantai Kasap,” ujar Sero.

Menurutnya, kemudahan akses menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya tarik kawasan wisata. Semakin mudah perjalanan menuju destinasi, semakin besar pula peluang wisatawan untuk mengunjungi beberapa lokasi sekaligus.

Bagi masyarakat Watukarung yang sebagian besar menggantungkan penghasilan dari sektor perikanan, berkembangnya aktivitas wisata diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan.

Peluang tersebut dapat dimanfaatkan melalui berbagai usaha, mulai dari jasa perahu wisata, warung makan, penjualan hasil laut, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang melayani kebutuhan wisatawan.

Sero berharap, perbaikan jalan tidak hanya mempermudah perjalanan wisatawan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat setempat.

Dengan akses yang semakin memadai, wisatawan diharapkan tidak hanya menjadikan Pantai Srau sebagai tujuan utama, tetapi juga melanjutkan perjalanan untuk menikmati potensi wisata lain di kawasan sekitarnya.

Konektivitas antardestinasi tersebut menjadi peluang bagi masyarakat lokal untuk ikut mengambil bagian dalam pengembangan sektor pariwisata. Dengan demikian, potensi alam yang dimiliki Pacitan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Keberadaan jalur Candi–Srau diharapkan menjadi penghubung penting antara potensi wisata alam dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Dukungan infrastruktur, promosi destinasi, serta keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar perkembangan pariwisata dapat berjalan berkelanjutan.

Bagi warga Watukarung, perbaikan akses jalan bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan juga harapan terbukanya peluang usaha baru tanpa meninggalkan mata pencaharian utama sebagai nelayan.

Dengan pengelolaan potensi wisata yang baik, kawasan Pantai Srau, Pantai Watukarung, Pantai Kasap, dan Kali Cokel diharapkan semakin dikenal wisatawan sekaligus mampu menggerakkan perekonomian masyarakat pesisir Kabupaten Pacitan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama