Berduaan di Kos Saat Jam Sekolah, Tiga Pasang Muda-mudi Diciduk Satpol PP Pacitan
Cakrawala8.com, PACITAN - Berduaan di Kos Berseragam Sekolah, Tiga Pasang Muda-mudi Diciduk Satpol PP Pacitan
Tiga pasangan muda-mudi diciduk Satpol PP Kabupaten Pacitan berada di sebuah tempat kos di Desa Bangunsari, Kecamatan Pacitan, Selasa siang, 29 September 2026.
Dari enam orang yang diamankan, empat di antaranya ternyata masih berstatus pelajar.
Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Pacitan, Samsul Hadi, mengatakan penertiban tersebut bermula dari laporan masyarakat yang diterima petugas pada hari yang sama.
Laporan itu berkaitan dengan aktivitas keluar-masuk muda-mudi di sebuah tempat kos.
“Awalnya itu aduan, ada pelajar keluar-masuk kost saat jam sekolah,” kata Samsul saat dikonfirmasi, Selasa, 6 Oktober 2026.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Satpol PP langsung mendatangi lokasi.
Saat petugas akan melakukan pemeriksaan, prosesnya sempat terkendala karena ada salah satu orang yang enggan membuka pintu kamar.
Petugas kemudian meminta pintu dibuka untuk memastikan kondisi di dalam.
“Kan seharusnya ada yang buka pintu. Karena kan ndak mungkin toh dua-duanya di kamar mandi. Tapi akhirnya dibuka,” katanya.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas mendapati tiga pasangan usia pelajar SMA.
Rinciannya, sepasang merupakan pelajar dari SMKN 2 Pacitan.
Pasangan kedua terdiri dari seorang laki-laki yang mengaku tidak sekolah dan seorang pelajar perempuan dari SMKN 3 Pacitan yang mengaku sedang melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL).
Sedangkan pasangan ketiga terdiri dari seorang laki-laki yang mengaku tidak sekolah dan seorang pelajar perempuan dari MTS Ma'arif Pacitan.
“Dari tiga pasangan itu, empat yang masih bersekolah,” ujar Samsul.
Samsul juga mengungkapkan bahwa, tempat berduaan tersebut merupakan kos per jam yang disewa mereka.
"Jadi bukan dia yang ngekos disitu," ungkapnya.
Setelah pemeriksaan di lokasi, seluruh pihak yang diamankan langsung dibawa ke kantor Satpol PP Pacitan untuk menjalani pembinaan.
"Awalnya mbulet mengaku tidak sekolah dan bukan berasal dari Pacitan. Setelah ditelusuri lebih lanjut baru mengaku," jelasnya.
Proses pembinaan berlangsung hingga malam.
Petugas juga memanggil orang tua para pelajar serta pihak sekolah untuk melakukan pembinaan bersama.
“Orang tuanya dipanggil. sekolahnya juga dipanggil untuk dilakukan pembinaan,” kata Samsul.(*)
Tags:
Pacitan