Cakrawala8.Com, Aceh Tamiang
Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH, menetapkan status tanggap darurat bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Hal ini disampaikannya dari Pusdalops Pengendalian Bencana BPBD setempat, Rabu (26/11/25) pagi ini.
“Saya sudah meninjau langsung beberapa titik bencana barusan serta membaca semua laporan. Kita segera tetapkan status “Tanggap Darurat”. Operasi penanganan bencana ini akan saya pimpin langsung dari Pusdalops Pengendalian Kebencanaan BPBD. Kita harus pastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran,” ujar Bupati Armia.
Dikatakan Bupati Armia, penetapkan status “Tanggap Darurat” setelah dirinya menerima laporan dari seluruh Camat mengenai potensi risiko banjir, tanah longsor, dan tanggul jebol akibat curah hujan yang diprediksi akan sangat tinggi hingga beberapa hari ke depan.
Menindaklanjuti penetapan status “Tanggap Bencana” tersebut, Bupati Armia langsung menginstruksikan seluruh jajaran Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana untuk mengaktifkan kesiapsiagaan.
Ada pun beberapa butir instruksi Bupati terhadap kondisi bencana di Aceh Tamiang adalah sebagai berikut. Mobilisasi Penuh: Personel BPBD, Damkar, dan Satpol PP dan WH diperintahkan siaga penuh, dengan pengaturan jam dinas dan jam istirahat yang proporsional. Selanjutnya, Aset Siap Guna: Seluruh peralatan, termasuk alat berat, kendaraan, dan operator dari PUPR, BPBD, dan Damkar, wajib disiapkan secara efektif untuk penanganan darurat di lokasi longsor maupun tanggul yang jebol.
Selanjutnya, Kesiapan Logistik: para Camat diperintahkan untuk berkoordinasi dengan Datok Penghulu guna menyiapkan lokasi pengungsian dan memastikan ketersediaan logistik yang memadai.
Dikatakan Bupati, per hari ini ia memerintahkan para ASN Pemkab Aceh Tamiang bekerja dalam status “Work From Anywhere (WFA)” sembari tetap menjaga keselamatan diri, keluarga, barang berharga, dan membantu masyarakat sebisanya.
Selain itu, Bupati Armia juga meminta masyarakat menghindari tindakan panic buying menyusul penetapan status tanggap darurat bencana di wilayah tersebut. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan tanpa panik.
“Kepada seluruh masyarakat, saya minta untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Ikuti informasi resmi dari petugas di lapangan. Jangan sampai ada tindakan panic buying yang hanya akan merugikan kita semua di tengah situasi darurat ini,” tutupnya, seraya mengimbau petugas untuk tetap semangat dan menjaga kesehatan dan istirahat. (Red)