Cakrawala8.Com, Aceh Tamiang
Keputusan pemerintah untuk menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada H. M. Soeharto dan KH. Abdurrahman Wahid (Gusdur) menuai beragam tanggapan positif di berbagai daerah. Salah satunya datang dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang, yang menilai keputusan tersebut sebagai langkah yang sangat tepat dan beralasan kuat.
Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tamiang, M. Prawira Haji, S.Psi, menyampaikan apresiasinya terhadap keputusan itu. Menurutnya, Soeharto merupakan tokoh penting yang meninggalkan jejak besar dalam pembangunan bangsa, terutama di sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.
“Bapak Soeharto adalah salah satu sosok yang harus menjadi panutan bagi seluruh anak bangsa ini, karena beliau telah membangun Indonesia selama masa kepemimpinannya. Beberapa di antaranya yang masih membekas adalah penerapan Revolusi Hijau, Program Bimbingan Massal (Bimas), pengembangan agribisnis, dukungan kebijakan dan subsidi, serta pembangunan infrastruktur,” ujar M. Prawira Haji saat ditemui di Karang Baru, Aceh Tamiang.
Ia menambahkan, masa kepemimpinan Soeharto juga menjadi tonggak penting bagi kemajuan ekonomi nasional, bahkan mengantarkan Indonesia sebagai salah satu negara yang diperhitungkan di kawasan Asia.
“Kita harus ingat bahwa pada masa kepemimpinan Bapak Soeharto, Indonesia dikenal sebagai Macan Asia. Karena itu, kami pikir sudah sangat tepat beliau dianugerahi gelar Pahlawan Nasional,” tambahnya.
Tak hanya menyoroti Soeharto, M. Prawira Haji juga memberikan pandangan positif terhadap pemberian gelar yang sama kepada KH. Abdurrahman Wahid (Gusdur). Menurutnya, Gusdur adalah simbol toleransi, pluralisme, dan kemanusiaan, nilai-nilai yang sangat penting bagi bangsa Indonesia yang majemuk.
“Begitu juga dengan Bapak Abdurrahman Wahid atau Gusdur. Jasanya sangat besar bagi bangsa ini. Beliau adalah sosok panutan kita dalam hal pluralisme. Kita tidak bisa melupakannya begitu saja, mengingat bangsa Indonesia ini terdiri dari beragam suku, agama, dan budaya. Sehingga kami pikir tidak berlebihan jika Bapak Abdurrahman Wahid diberikan gelar Pahlawan Nasional Indonesia,” pungkasnya.
DPD Tani Merdeka Aceh Tamiang menilai, kedua tokoh tersebut (Soeharto dan Gusdur) telah memberikan kontribusi besar dalam dua aspek penting bangsa, yakni pembangunan nasional dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan.
Dengan demikian, keputusan pemerintah dianggap sebagai bentuk penghargaan yang layak dan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat kepemimpinan, kemandirian, dan kebangsaan di tengah masyarakat Indonesia. (Red)