Cakrawala8.Com, Aceh Tamiang
Dalam rangka mempersiapkan realisasi program hilirisasi yang diajukan ke Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Aceh Tamiang melakukan survei dan verifikasi lahan di kawasan pesisir Kabupaten Aceh Tamiang. Program ini direncanakan akan berfokus pada pengembangan tanaman Kelapa Dalam (Cocos nucifera) di wilayah hilir dan tanaman Coklat (Kakao) di wilayah hulu.
Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPD Tani Merdeka Aceh Tamiang, Rizki Ananda, turun langsung meninjau lokasi di kawasan Pantai Pulau Rukui, Desa Alur Nunang, Kecamatan Banda Mulia. Dalam keterangannya, Rizki menjelaskan bahwa kegiatan survei tersebut merupakan bagian penting dari tahapan administrasi dan teknis sebelum pengajuan lahan secara resmi ke DPN.
“Proses survei lokasi atau peninjauan ini kita lakukan untuk memverifikasi dan memastikan bahwa lahan yang akan kita ajukan benar-benar dapat digunakan untuk program hilirisasi, khususnya dalam penanaman kelapa dalam,” ujar Rizki Ananda saat berada di lokasi.
Dalam kegiatan tersebut, Rizki juga melakukan koordinasi dan audiensi dengan Datok Penghulu Desa Alur Nunang, Ketua Pemuda Alur Nunang, serta Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Pulau Rukui, untuk memastikan dukungan dan kesesuaian program dengan potensi wilayah pesisir.
Ketua Pokdarwis Pantai Pulau Rukui, Muhajir, menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif Tani Merdeka Aceh Tamiang.
“Kita selalu welcome dan menyambut baik program-program yang tujuannya membangun daerah, khususnya kawasan pantai Pulau Rukui ini. Kami siap dilibatkan jika program tersebut berjalan nantinya, terutama dalam pemberdayaan sumber daya manusia lokal,” ungkap Muhajir.
Rencananya, lahan yang akan diajukan untuk program hilirisasi kelapa dalam tersebut mencakup sekitar 200 hektare, dan berada dalam kawasan yang selama ini dikelola oleh Pokdarwis Pantai Pulau Rukui.
Program hilirisasi ini menjadi salah satu langkah strategis Tani Merdeka Aceh Tamiang dalam mendukung peningkatan nilai tambah hasil pertanian dan perkebunan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir melalui pengelolaan komoditi unggulan lokal (Red)