Cakrawala8.com Wonogiri, 20 November 2025 – Insiden yang sempat memicu kekhawatiran akan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor di area parkir Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri ternyata berakhir sebagai kasus kesalahpahaman biasa. Peristiwa yang terjadi pada Rabu sore (19/11) itu melibatkan sepeda motor milik seorang pegawai dinas yang sempat “hilang” selama beberapa jam, sebelum akhirnya dikembalikan dalam kondisi utuh tanpa ada unsur pidana.
Kronologi bermula sekitar pukul 15.30 WIB, saat Yuwanirma Ima Damayanti, staf administrasi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, menyadari Honda Supra X 125 bernopol AD 5126 VR miliknya tidak lagi berada di tempat semula. Dua petugas keamanan setempat, Suhartono dan Sri Hartono, segera melaporkan kejadian tersebut ke Piket Pamapta Polres Wonogiri.
Dalam waktu kurang dari dua jam, tim yang dipimpin personel Reskrim dan Satlantas Polres Wonogiri berhasil mengungkap fakta di balik hilangnya motor tersebut. Rekaman CCTV kantor dinas menunjukkan dua remaja putri mengendarai motor yang dimaksud menuju arah SMK Negeri 2 Wonogiri. Penelusuran lanjutan ke sekolah tersebut membuahkan hasil: motor yang sama ditemukan terparkir di area dekat unit kesehatan sekolah (UKS) dengan kunci masih tertancap.
Pelaku pengambilan motor ternyata adalah dua siswi kelas XII, Anggraini Wulandari (17) dan Riski Dian Lestari (17). Keduanya mengaku mengira motor Honda Supra X 125 berwarna hitam itu milik teman sekelas mereka, Erlangga, yang memang memiliki motor serupa. Kebetulan kunci kontak milik Erlangga yang tertinggal di tas salah satu siswi ternyata cocok dan dapat menyalakan motor milik Yuwanirma.
“Kami benar-benar tidak tahu kalau itu motor orang lain. Bentuk dan warnanya mirip sekali, kuncinya juga langsung nyala. Kami kira Erlangga lupa bawa kunci sendiri,” ujar Anggraini saat dimintai keterangan di Mapolres Wonogiri, Kamis pagi.
Kejadian ini menambah catatan menarik dalam fenomena “kunci serba guna” pada motor-motor merek tertentu keluaran tahun lama, di mana beberapa unit masih menggunakan pola anak kunci yang relatif seragam. Meski tidak ada niat jahat, tindakan kedua siswi tersebut tetap berpotensi menimbulkan keresahan dan memakan waktu penegak hukum.
Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo menegaskan bahwa kasus ini menjadi pengingat kolektif akan pentingnya kebiasaan pengamanan kendaraan yang lebih ketat.
“Motor yang kuncinya masih tertancap atau menggunakan gembok tambahan yang lemah memang rentan disalahgunakan, meski oleh pihak yang tidak berniat jahat sekalipun. Kami bersyukur kasus ini selesai tanpa ada pihak yang dirugikan secara materiil maupun psikologis,” katanya.
Pihak sekolah SMK Negeri 2 Wonogiri menyatakan akan memberikan pembinaan khusus kepada kedua siswi terkait etika penggunaan barang milik orang lain, sekaligus mengedukasi seluruh siswa tentang risiko kesalahpahaman serupa. Sementara itu, Yuwanirma Ima Damayanti mengaku lega sepeda motornya kembali dengan selamat dan memilih tidak memperpanjang masalah.
Peristiwa ini sekaligus menunjukkan efektivitas koordinasi cepat antara masyarakat, instansi pemerintah, sekolah, dan kepolisian dalam menyelesaikan potensi gangguan kamtibmas di tingkat lokal. Dalam kurun waktu kurang dari empat jam sejak laporan masuk, seluruh rangkaian penelusuran berhasil dituntaskan tanpa harus masuk ranah pidana.
Pewarta:Katman//Nandang